Dana BOS Menghilang Sejak Oktober 2016, Tiba-tiba ada Uang Rp 42 Juta Masuk Rekening Sekolah
loading...
loading...
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Laktutus, sejak Bulan Oktober 2016 tak mendapat alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Berbagai upaya dilakukan pihak sekolah termasuk mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi bahkan kementerian untuk mendapatkan alokasi dana tersebut namun tidak membuahkan hasil.
Tanpa diduga, pada Bulan Desember 2017 ada sejumlah dana yang masuk ke rekening sekolah yang terletak di Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu tersebut.
Wakil Kepala SMPN Laktutus, Raimundus Berek yang dihubungi Pos Kupang, Kamis (7/12/2017) mengatakan, beberapa hari lalu saat bendahara sekolah mengecek ternyata ada uang Rp 42 juta masuk ke rekening sekolah.
Pihaknya belum bisa memastikan uang tersebut dari mana dan untuk apa, namun uang tersebut sesuai dengan besaran dana BOS selama tiga bulan.
"Sudah ada dana masuk, cek terakhir kemarin dulu baru satu triwulan yang masuk. Karena dana BOS ini tidak ada sejak Bulan Oktober, November dan Desember 2016 hingga tahun 2017. Jadi yang masuk itu entah yang triwulan tahun 2016 atau yang sekarang ini karena tiba-tiba saja uang masuk," ungkapnya.
Menurutnya, karena setahun lebih tidak ada dana BOS maka para guru honor di sekolah itu mengajar tanpa mendapatkan gaji.
Meski saat ini uang sudah masuk rekening, lanjutnya, pihaknya belum bisa mencairkan dana tersebut karena harus menunggu SK dari Gubernur NTT. Akibatkannya, ujian yang dilakukan sekolah tersebut tidak ada penggandaan soal dan pembelian peralatan ujian.
"Guru honor tetap mengajar tapi tidak ada honor. Sementara ada ujian karena tidak ada dana, ujia tidak ada dana. Karena uang di rekening itu tidak bisa ambil karena harus tunggu SK dari gubernur atau dari mana. Jadi ujian ini hanya tulis di papan. Pembelian ATK juga tidak ada selama ini," ungkapnya. Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Belu, Stefanus Mau S.fil menyayangkan adanya guru honor yang mengabdi pada sekolah tersebut namun sudah sekian lama tidak mendapatkan haknya.
"Honor guru sukarela sebanyak 11 orang belum terbayar sampai sekarang. Ini sangat memprihatinkan dan sangat berpengaruh terhadap SDM orang Laktutus," tegasnya saat menghubungi Pos Kupang, Jumat (8/12/2017).
Menurut Stefanus yang berasal dari Kecamatan Nanaet Duabesi ini, sangat disayangkan ketika menyaksikan nasib guru di perbatasan seperti SMPN Laktutus belum menjadi perhatian Pemda Belu.
"Padahal presiden Jokowi sangat getol bicara nasib guru saat hari guru tahun ini. Quo Vadis nasib guru sukarela Belu," tukasnya.
Lebih lanjut Stefanus mengkriti kebijakan pemerintah Kabupaten Belu dalam penempatan guru PNS di sekola-sekolah.
Dia menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah ini sangat minim. Hal ini terlihat dari penempatan guru PNS di sekolah tersebut yang sejak awal sampai saat ini hanya tiga orang tanpa adanya penambahan.
"Guru PNS hanya tiga orang dan diminta supaya guru tidak sibuk urus dana BOS dan tinggalkan kelas dan korbankan anak murid yang seharusnya dapat pelajaran. Guru PNS tidak boleh menumpuk di kota, sejak berdiri sampa sekarang, tidak ada tambahan guru PNS untuk SMPN Laktutus," pintanya.
Sumber: kupang.tribunnews.com
loading...

0 Response to "Dana BOS Menghilang Sejak Oktober 2016, Tiba-tiba ada Uang Rp 42 Juta Masuk Rekening Sekolah"
Posting Komentar